Site icon Lineation Centre by DF Clinic

NATURAL TRAUMA HEALING

natural-trauma-healing

Melepas trauma dalam otot, melatih tubuh dalam melepaskan psikosomatis (stress, trauma, anxiety), karena kondisi hidup sehari-hari. Dengan serangkaian gerakan yang melatih otot-otot Psoas. NTH menggali lebih dalam problematika dalam seluruh aspek hidup yang membuatmu tak dapat keluar dari berbagai problem yang menjebakmu dan tidak membuatmu berkembang.

NTH terdiri dari beberapa sesi dalam 1 kali terapi. NTH dapat dilakukan secara private untuk menjaga privasi permasalahanmu. Dapat juga dilakukan secara berkelompok bersama keluarga, teman dekat, atau mengikuti kelas NTH bersama peserta lainnya.

 

Lepaskan, ikhlaskan, dan jalani kehidupan lebih baik di masa depan.

 

Sebuah treatment modifikasi penyempurnaan dari Trauma Release dr. David Bercelli yang mengaktifkan kecerdasan alamiah tubuh untuk menyeimbangkan mental, fisik, dan kejiwaan. Dipandu oleh dr. David Budi Wartono, Natural Trauma Healing adalah jawaban untuk menyelesaikan traumatik yang menghantui.

 

Apakah natural trauma healing dapat menyelesaikan setiap permasalahan trauma yang hadir pada diri?

 

Natural Trauma Healing akan membantu me-release beban stress, trauma, atau sakit mental lainnya yang terjadi pada diri di masa sekarang maupun masa lampau. Dengan teknik dan gerakan khusus yang dipimpin langsung oleh dr. David Budi Wartono akan membantu mengeluarkan beban stress, trauma, atau sakit mental lainnya yang tidak dapat diselesaikan oleh tubuh kita.

 

Apakah sebenarnya Natural Trauma Healing?

 

Mengapa harus Natural Trauma Healing?

 

Bagaimanakah rasanya setelah melakukan NTH?

Bayangkan saja, ketika kita berteriak meluapkan semua rasa perasaanmu di hutan yang luas. Bukankah sangat melegakan? Begitu juga yang terjadi saat selesai melakukan Natural Trauma Healing. Perasaan plong hingga rasa yang lebih tenang itu muncul dalam diri.

 

Bisakah kita mengaplikasikan NTH pascapelatihan?

Sangatlah bisa! Ibaratkan kita selayaknya seorang bayi, yang masih perlu dituntun untuk melakukan sesuatu, dengan runutan yang benar oleh orangtua kita dulu, selepas dewasa, kita sudah mengetahuinya, kemudian mampu berpikir mana yang benar – tepat. Setelahnya, kita mampu aplikasikan sendiri, kemudian terhadap sesama.

 

 

*Artikel ini dikutip dari Kumparan.com dengan creator dr.David Budi Wartono

Exit mobile version