World Suicide Awareness Day: Bebas Depresi, 10 September 2019

Apakah kita sudah memahami ciri-ciri depresi? Apakah kita sudah cukup memperhatikan diri sendiri ataupun sekitar yang sedang membutuhkan bantuan untuk keluar dari depresi? Lihat lebih dalam.

Kesadaran kita terhadap bahaya dari trauma, depresi, frustrasi, mungkin belum cukup. Banyak yang tidak dapat menyadari bahwa dirinya sendiri sedang mengalami hal yang membahayakan diri sendiri, atau banyak orang-orang sekitar kita yang sebenarnya membutuhkan bantuan namun tak dapat berbuat banyak.

Emosi yang tidak dapat diekspresikan, menyimpan rasa sakit hati, dendam, marah, yang sudah tidak dapat lagi dibendung, ditumpuk selama kita hidup, dapat berdampak buruk bagi diri sendiri, bahkan terhadap orang lain.

Kita tidak akan dapat merasakan serta melihat perubahan yang terjadi pada diri sendiri, melainkan orang lain yang berada di sekitar kita yang akan merasakan serta melihat perubahannya.

 

Pernah merasa dikucilkan? Atau merasa tidak ada yang ingin berteman? Mungkin, kita sendiri yang menyebabkan itu terjadi.

 

Energi negatif yang tidak sadar kita keluarkan, membuat orang sekitar menjadi tidak nyaman berada di sekeliling kita. Apakah kamu sadar bahwa ini adalah efek dari depresi yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya?

Terkadang, kita sering menyalahkan keadaan. Seperti menyalahkan mengapa hidup begitu tidak adil, mengapa orang-orang yang memiliki paras lebih menarik menjadi lebih dikagumi, atau justru kita menyalahkan Sang Pencipta atas apa yang terjadi pada diri kita?

Jawabannya, sudahkah kita berkaca, mengapa ini semua terjadi? Apakah kita sudah cukup perhatian serta peduli terhadap diri sendiri?

INGAT, SEMUA DIMULAI DARI DIRI SENDIRI.

—————–

 

Bars and Trauma

Sudahkah kita mengetahui apa yang menjadi inti permasalahan? Sudahkah kita belajar untuk memaafkan? Sudahkah kita belajar menghargai oranglain? Sudahkan kita menjadi versi terbaik yang kita bisa? Ataukah, kita hanya pasrah menerima semuanya? KAMU ADALAH HAL BERHARGA DALAM HIDUP, DAN KAMU SANGAT LUAR BIASA DENGAN POTENSI YANG KAMU MILIKI.

Jadi, mari kita sadari, betapa berharganya hidup ini. Kesempatan yang hanya 1x diberikan oleh Tuhan yang harus kita jalani dengan sebaik-baiknya diri.

Problematika depresi, trauma, stress, anxiety, yang dapat menimbulkan pelarian kearah positif atau negative wajib kita perhatikan.

Tak jarang, depresi membuat kita menjadi tidak mawas diri dan terjun kedalam hal yang justru memperparah tingkat depresi dan memperburuk kualitas hidup.

—————–

 

Adakah ciri paling mudah terlihat/dirasakan jika seseorang mulai mengalami depresi?

Jika kamu, atau sekitarmu mulai merasa sepi, sendiri, tidak ada yang ingin berteman, merasa tidak berguna, terus menerus menyalahkan diri sendiri, terbelenggu di dalam lubang yang sama, terbelenggu di masa lalu, selalu berpatokan pada peristiwa yang membuatnya merasa tidak berguna, terjerumus kedalam aktivitas negative, sedih berkepanjangan, tidak responsive, sulit untuk tidur, mengkonsumsi obat penenang atau mulai mengkonsumsi obat-obatan terlarang, sulit berkomunikasi, tidak terbuka, menarik diri dari lingkungan, dan tidak percaya pada kemampuan diri, KAMU HARUS MENCARI BANTUAN.

Jangan menganggap dirimu baik-baik saja, menumpuk sampah dalam tubuh bukanlah hal baik untuk dilakukan.

 

—————–

 

Siapa yang dapat membantu saya jika mengalami tanda depresi?

Tidak semua orang dapat mengerti atau melihat jika kamu sedang mengalami depresi. Kemampuan seseorang untuk dapat mengatasi masalah yang dialami memiliki parameter yang berbeda.

Terkadang, kita menjumpai diri sendiri atau orang sekitar yang tidak dapat bercerita kepada siapapun atas masalah yang dihadapi, yang dapat dilakukan hanyalah diam, atau justru membuat postingan pada Instagram dan Whatsapp ’kan? Sesungguhnya, dengan melakukan aksi sederhana seperti membuat postingan pada Instagram dan Whatsapp, kamu telah member tanda ingin dibantu dan diperhatikan. You better seek help.

 

 

WORLD SUICIDE AWARENESS

@Lineation Centre: Get Your BARS Run, Meet your Access BARS Practitioners A.S.A.P.

Memperingati WORLD SUICIDE AWARENESS yang serentak diselenggarakan pada 10 September 2019 di seluruh belahan dunia, kami memfasilitasi layanan Access BARS untuk membantumu keluar dari segala hal yang menyebabkanmu depresi, trauma, anxiety, dan lainnya, dengan facilitator dr.David Budi Wartono dan TIM PRAKTISI BARS BANDUNG.

—————–

 

Apa itu Access BARS?

Access BARS adalah sesi yang dapat membantumu menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dan menjadi versi terbaik dari dirimu.

Access BARS adalah sesi membuka potensi diri dan all possibility yang tertanam dalam diri melalui sentuhan di 32 titik pada tubuh yang bertujuan untuk men-defrag otak kita, melepas memori trauma, yang dilakukan oleh BARS Practitioners tersertifikasi internasional.

Sesi BARS akan membuang sampah elektromagnetik yang terkumpul SELAMA KITA HIDUP, membukakan jalan untuk melepas memori yang menjadi ‘sampah’ di dalam pikiran dan perasaan, sehingga kamu dapat memilih kemungkinan yang dapat terjadi dalam diri, IT’S YOUR CHOICE.

Tubuh memerlukan tindakan yang tepat untuk membuang hal-hal yang berdampak buruk, tak hanya hal yang kasat mata, namun hal tak kasat mata yang bisa disebut sebagai ‘sampah’ dalam hati serta pikiran. ‘Sampah’ tersebut perlahan mulai menggerogoti dari dalam. Hati menjadi penuh dengan kebencian, mulai menarik diri, memiliki ketakutan, hingga dampaknya meluas pada berbagai aspek kehidupan. Mulai dari relasi dengan teman, pekerjaan, pasangan, keluarga, hingga permasalahan ekonomi.

BARS telah ada sejak lama dan telah berada di 170 negara. BARS tak hanya dapat membuatmu bahagia, namun kamu bisa tidur lebih mudah, relief from enxiety, kecil kemungkinan untuk stress, dan masih banyak lagi benefit yang akan kamu dapatkan melalui sesi ini.

 

PEJAMKAN MATA, RASAKAN ATMOSFIR POSITIFNYA, TAK PERLU BERKATA-KATA, DAN SIAP TERBANGUN MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK.

 

Jangan biarkan hal kecil menghambat peluang besarmu.

“All of Life Comes To Me With Ease, Joy, and Glory”

WhatsApp Chat langsung Whatsapp