fbpx

5 Akibat Jarang Memakai Sunscreen

Memakai sunscreen atau tabir surya sering kali dianggap sepele oleh banyak orang, padahal kebiasaan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit. Radiasi sinar matahari, khususnya sinar ultraviolet (UV), dapat memberikan dampak buruk bagi kulit jika tidak dihadapi dengan perlindungan yang tepat. Berikut ini adalah lima akibat jarang memakai sunscreen yang perlu Anda ketahui.

1. Penuaan Dini

Salah satu akibat paling umum dari jarang memakai sunscreen adalah penuaan dini. Sinar UV dapat menembus lapisan kulit dan merusak kolagen serta elastin, yang merupakan protein penting untuk menjaga kulit tetap kencang dan elastis. Akibatnya, kulit menjadi lebih cepat keriput, muncul garis-garis halus, dan tekstur kulit menjadi kasar. Studi menunjukkan bahwa paparan sinar UV berkontribusi hingga 90% terhadap tanda-tanda penuaan pada kulit.

2. Risiko Kanker Kulit

Paparan sinar UV tanpa perlindungan meningkatkan risiko terkena kanker kulit, termasuk melanoma, yang merupakan jenis kanker kulit paling berbahaya. Kanker kulit dapat berkembang ketika DNA dalam sel-sel kulit rusak oleh sinar UV, yang kemudian menyebabkan mutasi dan pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali. Memakai sunscreen secara rutin dapat mengurangi risiko ini dengan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.

3. Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi adalah kondisi di mana sebagian area kulit menjadi lebih gelap daripada area sekitarnya. Ini sering disebabkan oleh paparan sinar matahari yang merangsang produksi melanin secara berlebihan di kulit. Bentuk paling umum dari hiperpigmentasi akibat sinar matahari adalah bintik-bintik hitam atau flek. Selain itu, paparan UV dapat memperburuk kondisi kulit seperti melasma, yang sering dialami oleh wanita.

4. Kulit Terbakar (Sunburn)

Sunburn atau kulit terbakar adalah tanda langsung bahwa kulit Anda telah terpapar sinar UV terlalu lama tanpa perlindungan. Gejala sunburn meliputi kemerahan, nyeri, pembengkakan, dan terkadang melepuh. Dalam jangka panjang, sunburn berulang dapat merusak kulit secara permanen, menyebabkan kerutan dan meningkatkan risiko kanker kulit. Menggunakan sunscreen dengan SPF yang cukup tinggi dapat mencegah terjadinya sunburn.

5. Tekstur Kulit yang Tidak Merata

Paparan sinar UV tanpa perlindungan juga dapat menyebabkan tekstur kulit menjadi tidak merata. Sinar matahari dapat merusak lapisan pelindung kulit dan menyebabkan kerusakan mikroskopis yang membuat kulit terasa kasar dan tidak rata. Selain itu, sinar UV dapat memicu peradangan di kulit, yang juga berkontribusi pada tekstur kulit yang buruk.

Melindungi kulit dari paparan sinar matahari adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan kulit jangka panjang. Memakai sunscreen secara rutin, tidak hanya saat beraktivitas di luar ruangan tetapi juga saat berada di dalam ruangan yang terkena sinar matahari, sangatlah penting. Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 dan pastikan untuk mengaplikasikannya kembali setiap dua jam atau setelah berenang atau berkeringat. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi risiko penuaan dini, kanker kulit, hiperpigmentasi, sunburn, dan tekstur kulit yang tidak merata. Ingatlah bahwa investasi kecil dalam melindungi kulit Anda hari ini akan memberikan manfaat besar di masa depan.

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
Facebook
X (Twitter)
YouTube
Pinterest
Instagram
Tiktok